5 Kesalahan Dalam Pembuatan Animasi Sebagai Video Marketing

Trik marketing saat ini tidak hanya sebatas brosur, foto produk hingga penayangan iklan di televisi. Biasanya, calon konsumen akan lebih tertarik dengan tayangan-tayangan berupa perpaduan gambar, suara dan teks. Video dirasa cukup mempresentasikan produk yang akan ditawarkan secara lebih gamblang. Video yang digunakan sebagai iklan tidak hanya sebatas menggunakan model, lho. Bisa juga menggunakan video animasi yang tentunya akan memberikan efek unik dan dapat menarik perhatian penonton.

Konsep dasar video marketing ini adalah bagaimana cara menyajikan suatu produk secara menarik ke dalam bentuk video animasi dan mudah dipahami oleh penonton.

Tetapi, tak jarang masih ditemukan beberapa kesalahan yang ada pada video animasi ini. Apa saja kesalahan tersebut ?

Video animasi tidak kreatif

Gambar dan jalan cerita yang terkesan datar dan biasa-biasa saja akan membuat penonton merasa bosan dan malah melewatkan video tersebut bahkan sebelum sampai pada inti cerita yaitu penawaran produk.

Jalan cerita terlalu monoton dan sulit dipahami

Bisa saja produk yang ditawarkan memang memiliki kualitas yang baik. Gambar yang ditampilkan pun sangat memanjakan mata. Tapi, jika dari awal hingga akhir video jalan ceritanya terlalu rumit dan hanya membahas tentang produk, bukankah akan membosankan ? Buatlah contoh seolah-olah Anda mengalami masalah yang sedang dihadapi penonton. Kemudian berikan kesan bahwa produk Anda dapat membantu masalah mereka.

Komposisi tidak seimbang

Gambar, tulisan maupun suara akan memaksimalkan video animasi Anda.  Komposisi tersebut harus seimbang agar maksud dan tujuannya dapat dipahami oleh penonton. Jika video hanya berisi gambar tanpa ada penjelasan dan informasi, bukankah akan membingungkan bagi penoton ?

Durasi yang terlalu panjang

Durasi video sangat memberikan pengaruh kepada penonton, lho. Tentunya Anda ingin orang menonton video Anda hingga akhir tayangan. Biasanya orang akan memilih untuk menyaksikan video dengan durasi yang pendek. Singkatnya, penonton lebih menyukai video yang singkat, padat dan jelas. 10 detik pertama menjadi penentu apakah penonton akan melanjutkan video Anda atau menghentikannya. Jadi, fokuskan produk yang akan ditawarkan di awal-awal video.

Video animasi kurang berkualitas

Video animasi yang kurang berkualitas baik itu dari gambar, jalan cerita dan lainnya juga akan berimbas pada produk yang Anda tawarkan. Buatlah video dengan gambar yang menarik, memiliki konsep yang unik, dan menyampaikan pesan dengan baik sehingga menciptakan kesan kepada penonton bahwa produk yang Anda tawarkan juga memiliki kualitas yang baik.

Video animasi sebagai salah satu trik marketing tidak boleh dibuat asal-asalan. Alih-alih meningkatkan keuntungan, yang terjadi bisa saja membuat kesan yang buruk terhadap produk Anda. Jika merasa ragu untuk membuat video animasi yang bagus dan menarik, Anda bisa menggunakan jasa video animasi.