Jangan Lakukan 3 Kesalahan Ini Dalam Membuat Press Release

Semua praktisi humas menginginkan agar press release yang mereka buat dapat diterima oleh media dan informasinya dapat tersampaikan kepada masyarakat. Tetapi ada kalanya semua tidak berjalan sesuai harapan. Tak jarang press release yang dibuat tidak diterima oleh pihak media massa. Padahal media massa adalah salah satu media yang dapat menjangkau masyarakat luas.

Oleh karena itu banyak perusahaan terutama perusahaan yang baru dirintis berharap agar dapat menjadi salah satu daftar yang diliput oleh media massa. Sebab biaya promosi yang nantinya dikeluarkan akan lebih murah dan selain itu dapat mempengaruhi persepsi masyarakat dan meningkatkan citra perusahaan. Salah satu cara agar perusahaan dapat diliput oleh media massa adalah dengan membuat press release. Perusahaan juga sebaiknya tidak hanya menganggap media sebagai media promosi, tetapi juga harus memperhatikan apa saja hal-hal yang menjadi pertimbangan media dalam menerima “tawaran” tersebut.

Agar press release yang kamu buat dapat diterima oleh media, hindari kesalahan-kesalahan berikut ini. Kamu juga dapat mencari referensi dari website-website lain. Atau jika kamu ingin berbagi tips menulis press release yang baik, kamu dapat berbagi tips di websitemu sendiri dengan cara membuat aplikasi berbasis web.

Headline Yang Bertele-tele

Dalam sehari, media massa dan jurnalis menerima puluhan atau bahkan ratusan press release. Dan headline menjadi patokan jurnalis untuk menulis kembali berita yang diterima. Oleh karena itu, jika kamu mengirimkan press release kepada media tanpa menggunakan headline yang to the point, peluangmu terpilih juga akan kecil.  Jika kamu mengirimkan press release melalui email, kamu dapat menempatkan headline pada kolom subjek. Headline dibuat dengan seefisien dan seefektif mungkin agar dapat menggambarkan pokok penting mengenai isi dari press release tersebut kepada pihak redaksi sebelum mereka membacanya.

Media Yang Dipilih Tidak Relevan

Hal umum yang sering terjadi selanjutnya adalah pihak media tidak relevan dengan press release yang akan kamu kirimkan. Sebaiknya kamu melakukan riset terhadap media-media yang akan kamu kirimkan press release. Kamu harus memastikan pihak audiens yang menggunakan media tersebut relevan dengan isi dari press release yang kamu buat dan juga sesuai dengan merek perusahaan. Kebanyakan perusahaan langsung mengirimkan press release ke semua media tanpa memahami siapa saja pengunjung media tersebut. Sehingga kemungkinan jurnalis akan menulis berita dari press release yang telah kamu kirim sangatlah kecil.

Mengutamakan Promosi

Karena biaya yang cukup murah, lantas perusahaan menjadikan press release sebagai media promosi dari produk atau jasa yang ditawarkan. Perusahaan hanya menganggap media massa lah yang paling cocok. Jika kamu memiliki pemikiran semacam itu dan isi press release yang kamu buat hanya berisi tentang produk tanpa ada nilai berita di dalamnya, press release tersebut tidak akan dipilih oleh pihak redaksi. Kamu juga harus menulis press release dari sudut pandang jurnalis. Kamu harus pandai membuat press release yang dapat menaril minat audiens untuk membaca media tersebut.

Oleh sebab itu, hindari 3 kesalahan yang sangat umum dilakukan agar press release yang kamu buat dapat diterima dan informasi yang ditulis dapat tersampaikan dengan baik kepada audiens.