Perbedaan Arsitektur Interior dan Desain Interior

Perbedaan Arsitektur Interior dan Desain Interior

Terlihat sama, namun ternyata, desain interior arsitektur interior itu berbeda. Persamaannya, arsitektur dengan interior of architecture sama-sama fokus pada bangunan. Keduanya sama-sama mendesain dan menciptakan suatu bangunan yang fungsional namun juga indah.

Lantas, apa bedanya?

Secara teknis keduanya sama-sama berperan atau memiliki fokus pada suatu keindahan saja dan memaksimalkan fungsi dalam ruangan. Namun, desain interior hanya fokus pada penataan dalam ruangan. Sedangkan interior of architecture menggabungkan fungsi ruang, bangunan seperti merancang, keamanan dan kebutuhan yang ada di dalamnya.

Arsitektur interior tidak hanya fokus pada keindahan di dalam bangunan namun juga keindahan dari bangunan itu sendiri. Ini karena seorang arsitek interior juga akan mempelajari ilmu dasar dari arsitektur.

Perbedaan Arsitektur Interior dan Desain Interior
Perbedaan Arsitektur Interior dan Desain Interior

 

Dengan kata lain, desain interior lebih fokus pada keindahan ruangan mulai dari tata letak, furniture, pencahayaan, warna motif dan ceiling. Sedangkan interior of architecture lebih ke keindahan ruangan dan bangunan.

Lalu, apakah sama dengan interior decorator?

Berbeda. Interior decorator memiliki peranan yang sama dengan desain interior yang hanya mengatur keindahan di dalam ruangan saja. Namun, decorator interior hanya mengatur keindahan ruangan dengan cara mix and match furniture yang ada. 

Peluang Kerja Luas

Jika Anda menjadi arsitek interior ataupun desain interior, keduanya sama-sama memiliki peluang kerja yang cukup luas. Apalagi saat ini banyak tempat terutama tempat makan yang mengutamakan tampilan tempatnya agar bisa digunakan untuk selfie.

Lalu, apakah cukup menguntungkan membuka jasa? Cukup menguntungkan membuka jasa sebagai desainer interior ataupun arsitek interior. Namun, Anda tetap perlu memperhatikan kesempatan dan peluang yang ada.

Selain itu, Anda juga harus mendapatkan SKA terlebih dahulu. Ini berkaitan dengan UU terbaru di Indonesia yang mengharuskan arsitek untuk mengurus SKA. Sedangkan untuk desainer interior, perlu pengalaman kerja yang banyak dan juga portofolio.

Jika dibandingkan, manakah yang lebih dibutuhkan?

Jika Anda berbicara mana yang lebih dibutuhkan, baik arsitek interior ataupun desainer interior, keduanya sama-sama dibutuhkan. Bedanya, Anda ingin fokus di bidang yang mana. Apabila Anda ingin di bidang landscape namun tetap ingin mengerti mengenai interior, maka Anda bisa mengambil jurusan, interior of architecture.

Sedangkan jika Anda ingin fokus di bidang interiornya saja, desainer interior lebih dibutuhkan. Namun, jika berbicara masalah yang dibutuhkan yang mana, interior architecture memiliki cakupan yang lebih luas.

Kenapa? karena Anda tidak hanya akan mempelajari mengenai interior namun juga ilmu arsitektur walaupun secara mendasar.

Itulah perbedaan antara arsitektur interior dengan desain interior. Dengan informasi ini, semoga bisa membantu Anda dalam menentukan fokus dan karir Anda di masa depan ya. Jangan lupa untuk ikuti informasi seputar desain produk kemasan untuk Anda yang ingin mengembangkan suatu bisnis makanan.